Thursday, 3 September 2015

Deskripsi tentang SENGKALING

   





      Taman Rekreasi Sengkaling merupakan salah satu tempat wisata yang cocok untuk seluruh anggota keluarga. Saat pertama kali dibangun, taman rekreasi ini hanya diperuntukkan karyawan PT. Bentoel karena memang taman ini adalah milik salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia itu. Tapi seraya perkembangannya, Taman Rekreasi Sengkaling lantas dibuka untuk umum.
      Suasana riuh begitu terasa saat kita memasuki area parkir Taman Wisata dan Pemandian Sengkaling. Mobil-mobil dari luar kota dan juga bus-bus yang mengangkut rombongan wisatawan luar kota berjajar memenuhi halaman parkir yang cukup luas. Setelah melewati area parkir, sampailah kita di tempat penjualan tiket masuk seharga Rp 7500,- per-orang. Jalan dari kios tiket sampai pada petugas pemeriksa dibuat berliuk-liuk dengan menggunakan pembatas dari besi putih mengkilat, mungkin dimaksudkan agar pengunjung yang jumlahnya bisa melimpah-ruah pada hari-hari besar dan hari libur tidak berjejal-jejalan.
     Jika berkunjung ke tempat ini pada hari Minggu, maka begitu melewati pintu masuk akan terdengar dentum bunyi musik dan penyanyi dari arah "Food Center yang sudah siap sedia menghibur setiap pengunjung yang datang. Jika melangkah terus menjauhi bunyi musik dari “Food Center” mulailah terdengar bunyi kecipak air dan pancuran air serta suara anak-anak yang begitu gembira berenang dan bermain-main dengan air, itulah salah satu wahana yang disebut dengan “Pesona Primitif.” Untuk masuk ke wahana ini pengunjung harus membayar lagi seharga Rp 7500,- per-orang. Di wahana ini sebenarnya yang ditawarkan juga berupa kolam renang namun dengan sarana permainan yang lebih lengkap. Dirancang khusus untuk anak-anak usia 12 tahun ke bawah. Ada papan luncur, pancuran air, yang total semuanya ada tiga kolam. Anak-anak dengan bebas bisa berpindah dari kolam yang satu ke kolam yang lain. Jumlah pengunjung di wahana ini sangat padat maka sebaiknya anak-anak anda yang ingin bermain-main di wahana ini tetap diawasi untuk menghindari kemungkinan yang tidak diharapkan.

No comments:

Post a Comment